Trend Harga Udang 2019, Bagaimana 2020?

Jala

| Wildan Gayuh Zulfikar

16 January 2020

Tahun 2019 telah berlalu, kini tahun 2020 telah memasuki minggu ketiga, memasuki tahun yang baru tentu saja melahirkan harapan dan semangat baru tidak terkecuali bagi pelaku budidaya udang. Harapan besar diletakkan pada hasil budidaya yang terus meningkat dan juga didukung harga jual hasil panen yang baik dan menguntungkan. Namun seperti apa pergerakan harga udang di Indonesia sepanjang tahun 2019 lalu, dan bagaimana harga udang 2020 mendatang? Berikut tim Jala Tech mendokumentasikan fluktuasi harga udang di beberapa daerah di Indonesia. Harga yang ditampilkan adalah harga jual udang hasil panen di tambak.

Harga udang di empat provinsi di pulau jawa fluktuasinya cukup bervariasi sepanjang tahun 2019. Pada empat provinsi yang ada yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur memiliki kecenderungan yang cukup sama. Penurunan harga tertinggi terjadi memasuki bulan April hingga harga terendahnya yaitu pada bulan Mei. Harga cenderung membaik setelah bulan Juli hingga bulan Agustus. Harga cenderung anjlok lagi pada bulan Oktober hingga bulan November. Fluktuasi yang terjadi di pulau Bali kurang lebih sama. Perbedaan trend harga justru terjadi di daerah Lampung, yaitu kenaikan terjadi pada bulan Agustus hingga bulan Oktober dan anjlok memasuki bulan November.

harga udang daerah Banten

harga udang daerah jawa barat

harga udang daerah jawa tengah

harga udang daerah jawa timur

harga udang daerah lampung

harga udang daerah bali

Fluktuasi harga cukup dinamis sepanjang tahun 2019 lalu, dan sebagian besar petambak sangat bergantung dengan trend harga ini untuk menentukan waktu panen. Harga udang cukup sulit diprediksi namun beberapa faktor mempengaruhinya, diantaranya:

  1. Naiknya harga input (benur, obat-obatan, peralatan, pakan, dan tenaga kerja), menyebabkan ongkos produksi naik dan harga juga akan naik.
  2. Harga komoditas lain yang berhubungan.
  3. Adanya teknologi yang meningkatkan produktivitas budidaya hingga 100% sehingga menurunkan harga.
  4. Kondisi cuaca, terutama mempengaruhi produktivitas tambak yang akhirnya berpengaruh pada pemenuhan permintaan pasar.
  5. Permintaan pasar (baik domestik maupun ekspor), jika didukung dengan suplai yang sesuai maka harga akan stabil.

Kemudian bagaimana harga udang pada 2020 mendatang? Memasuki awal tahun 2020 ini harga udang cukup positif bagi petambak, dan trend harga seperti ini mirip terjadi di tahun 2019 lalu. Hingga bulan Februari harga masih cukup tinggi hingga akan mengalami trend penurunan memasuki bulan Maret. Harga terendah biasanya terjadi saat memasuki bulan ramadhan hingga lebaran, yang tahun ini terjadi pada bulan mei. Melihat trend 2019 tersebut mungkin dapat menjadi rambu-rambu bagi petambak dalam menentukan waktu mulai budidaya dan waktu panen sepanjang 2020 kedepan. Meskipun harapan akan tetap sama, yaitu produktivitas terus naik dan keuntungan maksimal yang diraih.