Tips Menghasilkan Udang Kualitas Ekspor

Jala | Bambang Prakoso

11 May 2021

Panen melimpah dan mencapai keuntungan maksimal tentu dambaan semua petambak. Keuntungan maksimal tercapai terutama jika udang hasil panen mendapat harga tertinggi karena size yang bagus dan kualitas udang yang prima. Pada Kabar Udang sebelumnya (Baca: Panen: Masa Penentuan Budidaya) kita sudah membahas tentang panen dan rangkaian prosesnya hingga membedakan udang dengan kualitas terbaik, yaitu fresh dan memiliki nilai ekspor.

Agar udang yang dibudidaya mencapai kualitas fresh yang memiliki nilai ekspor, ada sedikit tips untuk mencapai hasil panen yang maksimal dan memiliki kualitas terbaik, simak selengkapnya:

1. Hindari penggunaan antibiotik selama budidaya

Penggunaan antibiotik telah dilarang oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri No. 52 Tahun 2014 tentang Klasifikasi Obat Ikan. Antibiotik dilarang karena dapat terakumulasi dalam tubuh udang dan akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi, seperti terganggunya sirkulasi darah hingga Gray Baby Syndrome yang berpotensi menyebabkan kematian pada bayi.

Selain itu, pemberian antibiotik hanya akan mengatasi permasalahan budidaya secara sementara, karena berpotensi turut membunuh bakteri yang berperan dalam penguraian amonia sehingga kualitas air akan menurun.

2. Biosekuriti

Penerapan biosekuriti (Baca juga: Memahami Pentingnya Biosekuriti) pada sistem budidaya meliputi saat air masuk, saat pengelolaan air dalam kolam budidaya hingga air keluar. Penerapan biosekuriti sangat penting pada udang yang dibudidayakan. Serangan penyakit yang berasal dari luar kolam menjadi minim yang berdampak pada survival rate (SR) udang akan optimal dan kualitas udang yang dipanen menjadi maksimal.

3. Menjaga kualitas air

Tidak hanya bermanfaat bagi optimalnya pertumbuhan udang yang dibudidaya, lingkungan perairan kolam yang baik juga berpengaruh pada kualitas udang yang akan dipanen. Parameter fisika, kimia, dan biologi perairan yang terkontrol dengan baik akan berdampak pada pertumbuhan udang yang baik. Perlakuan seperti penyiponan maupun pengendalian biofilm (Simak juga: Tips Pengendalian Biofilm) selain mengontrol konsentrasi amonia juga dapat meminimalisir masuknya bakteri patogen dalam tubuh udang yang menimbulkan penyakit dalam tubuh jika dikonsumsi. 

4. Cek udang secara berkala

Pengecekan udang melalui cek anco dan sampling perlu dilakukan. Hal ini penting karena saat kedua hal ini dilakukan, kita mengetahui kesehatan udang terkini seperti keseragaman ukuran, kondisi cangkang udang, dan gejala klinis penyakit yang menyerang udang sehingga kita bisa menanggulangi berbagai masalah yang timbul dan memaksimalkan keuntungan budidaya yang dapat kita peroleh.

Empat hal di atas bisa jadi merupakan rutinitas yang telah dilakukan petambak. Jadi bukan merupakan hal baru dan cukup mudah untuk dilakukan, yang terpenting adalah konsistensi dan komitmen untuk menjaga budidayanya menghasilkan udang yang sehat.