Tips Menentukan Letak dan Jumlah Kincir

Jala | Wildan Gayuh Zulfikar

23 July 2020

Salah satu hal penting dalam budidaya udang adalah sumber oksigen dalam bentuk DO (Dissolved Oxygen) yang cukup dalam air. Suplai oksigen yang cukup di dalam air tambak agar udang mendapatkan pasokan oksigen yang cukup untuk kebutuhan metabolismenya. (Baca juga: Kebutuhan Oksigen di Tambak Udang).

Aerator atau kincir air tambak merupakan alat yang dapat membantu meningkatkan kadar oksigen di perairan tambak. Selain sebagai penyuplai oksigen terbaik di dalam tambak, kincir juga memiliki banyak fungsi lainnya, seperti membersihkan area permukaan air dan dasar air kolam tambak sehingga menciptakan arus yang stabil sekaligus membersihkan dasar kolam sehingga baik untuk pertumbuhan dan kesehatan udang. (Baca selengkapnya: Peran Kincir).

Namun, diantara beberapa petambak masih banyak yang menanyakan, berapa jumlah kincir yang dibutuhkan? Bagaimana tata letak kincir yang baik agar hasil produksi hasil panen lebih maksimal?

Menentukan Jumlah Kebutuhan Kincir

Fungsi utama dari kincir adalah menyuplai oksigen pada udang. Untuk mengetahui jumlah kincir yang dibutuhkan maka juga harus diketahui total biomassa udang, setidaknya perkiraan total biomassa udang yang ada karena cukup sulit untuk mengetahui jumlah pasti. Setelah diketahui kemudian disesuaikan dengan kapasitas suplai dari kincir. Kincir dengan kekuatan 1 HP (Horse Power atau umum disebut juga PK) idealnya menyuplai hingga 500 kg udang, sedangkan kincir 2 HP mampu menyuplai oksigen hingga 1 ton udang. Simulasi perhitungan:

Tambak udang sistem intensif dengan luas kolam 1000 m2 kepadatan tebar udang 100 ekor/m2 atau dengan jumlah udang 100.000 ekor. Asumsi target dipanen saat udang pada size 50 (rerata berat udang/ABW: 20 gram) dan survival rate (SR) mencapai 100%.

Total biomassa:

100.000 ekor udang x 20 gram/udang = 2.000.000 gram atau 2.000 kg

Jumlah kincir:

2.000 kg : 500 = 4 (kincir 1 HP)

2.000 kg : 1.000 = 2 (kincir 2 HP)

Atau untuk menentukan berapa kincir yang harus beroperasi juga ditentukan dari prediksi total biomassa saat itu. Misal dengan jumlah tebar yang sama, hasil sampling terakhir udang pada size 100 (rerata berat udang/ABW: 10 gram) dan survival rate (SR) mencapai 100%.

Total biomassa:

100.000 ekor udang x 10 gram/udang = 1.000.000 gram atau 1.000 kg

Jumlah kincir:

1.000 kg : 500 = 2 (kincir 1 HP)

1.000 kg : 1.000 = 1 (kincir 2 HP)

Tips Mendasar Menata Kincir Pada Tambak Udang

Tata letak kincir yang baik pada tambak sangatlah relatif atau tergantung dari jumlah dan posisi arah kincir dan juga luas dari tambak udang yang dimiliki. Namun, hal yang paling dasar harus diketahui adalah putaran kipas pada kincir air diharapkan bisa menghasilkan arus air yang dapat meratakan kualitas air tambak secara vertikal maupun horizontal.

Berikut tips yang perlu diperhatikan saat menata kincir di kolam tambak udang:

  1. Gunakan kincir yang sudah terbukti kualitasnya, banyak pabrikan kincir dalam dan luar negeri yang menawarkan kualitas bagus dan murah.
  2. Perhatikan juga bahan dasar dari dinamo atau mesin kincir air, apakah tahan karat atau tidak. Usahakan memilih yang tahan karat.
  3. Perhatikan juga kombinasi antara arah dan posisi kincir air pada satu petakan tambak udang, kombinasi tersebut harus mampu menghasilkan pusaran air yang mampu mengarahkan kotoran di dasar tambak ke arah pembuangan air tambak (tengah atau samping tergantung konstruksi kolam), sehingga kondisi air tambak tetap sehat.
  4. Perhatikan konstruksi tiang penyangga kincir air yang berada di tambak, tiang penyangga kincir air harus kuat dan stabil.
  5. Posisi dan arah kincir air yang ditetapkan di tambak sangatlah bergantung dari bentuk atau desain (petakan) tambak yang ada, sehingga letak dan arah kincir dapat berbeda-beda di setiap tambak.
  6. Jumlah kincir yang akan dipergunakan harus mempertimbangkan umur dan tingkat kepadatan populasi udang di dalam tambak.

Pada kondisi tertentu pada petakan tambak udang jumlah kincir dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan udang, seperti yang dijelaskan sebelumnya. Yang harus diperhatikan adalah jika kepadatan udang yang tinggi memerlukan jumlah kincir yang lebih banyak dibandingkan dengan tingkat kepadatan udang yang lebih rendah. Jika udang masih dalam tahap benur, jumlah kincir yang digunakan biasanya lebih sedikit dibandingkan dengan udang ukuran besar.