Plankton: Si Kecil Penentu Kualitas Air Tambak

Jala | Aken Yugo

12 November 2020

Plankton (khususnya fitoplankton) menjadi salah satu faktor penentu kualitas air dalam budidaya. Hal itu berkaitan dengan peranan plankton sebagai produsen utama di perairan dan pakan alami bagi organisme budidaya. Salah satu cara untuk lebih memahami pengaruh plankton pada kondisi kualitas air tambak yaitu mengetahui fase-fase kehidupan plankton. Fenomena yang terjadi di perairan tambak budidaya ternyata berkaitan dengan siklus hidup plankton. Fitoplankton memiliki 4 fase kehidupan, antara lain: 

Fase Lag

Fase dimana tidak ada perubahan signifikan pada populasi plankton, namun ukuran selnya terus meningkat. Hal ini karena pada fase awal kehidupan plankton yang terjadi proses pembelahan sel belum terjadi. Akan tetapi, proses fotosintesis plankton pada fase ini aktif dan metabolisme masih berjalan. Pada kondisi ini, kondisi air cenderung masih bening dengan tingkat kecerahan yang tinggi yaitu >60cm. Biasanya terjadi pada masa awal persiapan air saat menumbuhkan plankton.

Fase Logaritmik (Pertumbuhan Eksponensial)

Pada fase ini, sel plankton mulai melakukan proses pembelahan diri. Proses pertumbuhan plankton pada fase ini sangat cepat, sehingga populasi plankton menjadi semakin berlimpah. Kondisi ini ditunjukkan dengan warna air yang semakin pekat hingga mencapai tingkat kecerahan <30 cm.

Fase Stasioner (Pertumbuhan stabil)

Fase dimana proses pertumbuhan plankton mulai melambat dan jumlah pertumbuhannya relatif seimbang dengan jumlah kematiannya. Pada fase ini kondisi perairan cenderung terlihat stabil warnanya. Namun pada fase ini kita perlu memperhatikan kondisi perairan supaya tidak terjadi kematian massal plankton yang berbahaya bagi ekosistem perairan tambak. Perlu juga diperhatikan untuk regenerasi plankton yang baru sehingga populasi plankton tidak mengalami drop dan mempengaruhi kualitas air.

Fase Deklinasi (Kematian)

Pada fase ini jumlah kematian plankton meningkat pesat ditunjukkan dengan munculnya busa, meningkatnya kecerahan, dan terjadi perubahan warna air. Petambak harus memperhatikan kemungkinan penumpukan jasad plankton mati, sebaiknya segera dibuang agar tidak menjadi sumber masalah.

Dengan mengetahui fase kehidupan plankton, maka kondisi kualitas air dapat dipahami dengan lebih baik. Proses kehidupan plankton memiliki hubungan tidak langsung dengan beberapa parameter kualitas air seperti suhu, pH, DO, tingkat kecerahan air, N/P ratio, dan limbah organik yang mempengaruhi ekosistem yang ada di tambak, termasuk organisme budidaya yaitu udang. Saat terjadi perubahan pada air tambak karena populasi plankton bisa diimbangi dengan menentukan perlakuan tepat agar populasi bisa terkendali.