Penggunaan Molase di Tambak Udang

Jala | Wildan Gayuh Zulfikar

19 November 2020

Molase atau tetes tebu merupakan produk sampingan dari industri pengolahan gula pasir yang berbahan dasar tebu. Molase berbentuk cairan kental berwarna coklat kehitaman. Molase mengandung gula dalam bentuk sukorsa sehingga dapat dijadikan sumber karbon (C). Tambak udang sejak lama menggunakan molase sebagai salah satu bahan dalam menjaga budidayanya. Sebenarnya apa saja fungsi molase?

Campuran dalam fermentasi

Molase sering ditambahkan pada proses fermentasi. Molase sendiri merupakan sumber makanan bagi bakteri. Molase digunakan sebagai media pemeliharaan bakteri dalam proses pembuatan probiotik. Molase menjadi sumber pertumbuhan bakteri heterotrof. Aplikasi probiotik bisa bertujuan untuk memperbaiki pencernaan udang sehingga mempercepat pertumbuhan dan menurunkan rasio konversi pakan.

Bahan utama dalam penerapan bioflok

Molase dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan C/N rasio. Ini biasanya diterapkan pada budidaya dengan sistem bioflok. Bioflok diperoleh dengan pengaturan rasio C/N kurang lebih 10:1, dicapai dengan penambahan sumber karbon (C), salah satunya dari molase.

Penambahan sumber karbon selanjutnya juga akan meningkatkan populasi bakteri heterotrof di air dan sedimen tambak. Meningkatnya populasi bakteri heterotrof bisa ditandai dengan berkurangnya busa yang biasanya muncul di permukaan dan warna air yang biasanya cenderung hijau akan berubah menjadi coklat. Metode bioflok ini juga bertujuan untuk menurunkan kadar protein terbuang dari pakan sehingga dapat meminimalisir beban limbah budidaya.

Harus diperhatikan dalam pemberian molase perlu menjaga konsentrasi oksigen terlarut (DO) tetap di atas batas minimal yaitu tidak kurang dari 4 ppm. Semakin banyaknya mikrobia akibat penambahan molase juga berpengaruh pada DO. Terutama pada sistem bioflok, DO harus tinggi karena akan mendukung terbentuknya flok pada media pemeliharaan.

Tips penggunaan molase

  1. Pemberian molase harus berdasarkan alasan atau dengan memperhatikan frekuensi dan kuantitasnya. Alasan perlakuan penggunaan molase harus jelas sehingga tujuan akhir, kondisi kualitas air membaik misalnya, bisa disimpulkan ketepatan penggunaannya.
  2. Sebelum digunakan, molase sebaiknya direbus terlebih dahulu untuk memastikan molase steril sehingga tidak membawa bakteri yang tidak diinginkan. Jika tujuan dari pemberian molase adalah intensifikasi mikrobia maka juga ada kemungkinan meningkatnya potensi tumbuhnya bakteri-bakteri yang menyebabkan penyakit (patogen). Sterilisasi awal menjadi penting untuk menekan munculnya bakteri patogen.
  3. Pastikan aerasi tambak cukup, sehingga konsentrasi DO selalu di atas batas yang direkomendasikan, yaitu 4 ppm.

Dari uraian di atas kita telah mengetahui kegunaan si manis molase. Secara tidak langsung penggunaan molase dapat memperbaiki laju pertumbuhan udang, memperbaiki kualitas air, dan meningkatkan efisiensi konversi pakan pada udang.

 

Referensi:
Suwoyo, H.S. dan B.R. Tampangallo. 2015. Perkembangan Popuasi Bakteri Pada Media Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dengan Penambahan Sumber Karbon Berbeda. Octopus, 4(1): 365-374.