Pakan Menyesuaikan Umur dan Kebutuhan Udang

Jala

| Wildan Gayuh Zulfikar

20 March 2020

Pada tambak udang sistem semi intensif, intensif, hingga supra intensif mengandalkan pakan buatan sebagai sumber makanan bagi udang yang dibudidayakan. Meskipun pakan alami juga tersedia di air tambak yaitu berupa plankton. Pakan buatan telah diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan udang untuk hidup, beraktivitas, dan tumbuh. Pakan dibedakan menjadi beberapa jenis berdasar ukuran pakan dan nutrisi yang terkandung. Maka menjadi keharusan bagi petambak atau tenaga pemberi pakan di tambak udang untuk memahami agar udang mendapat pakan yang tepat dan pemberian pakan menjadi efisien.

Pakan udang dibedakan berdasarkan bentuk dan ukuran. Bentuk pakan berupa powder atau tepung, crumble, dan pellet dengan berbagai ukuran yang disesuaikan dengan ukuran udang. Seperti yang ditampilkan pada tabel berikut, pakan akan lebih cocok pada udang dengan ukuran tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan umurnya. Salah satu pertimbangannya adalah menyesuaikan dengan mulut udang saat itu. Selain itu juga menyesuaikan dengan kecepatan makan serta kebutuhan makan udang.

Pakan udang vaname berdasar umur
Pakan udang vaname berdasar umur (SNI 01-7246-2006)

Secara umum pabrikan pakan memiliki spesifikasi pakan untuk udang vaname seperti tabel diatas, karena menyesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pemberian pakan memperhatikan perilaku makan udang. Setiap stadia atau umur pemeliharaan udang, pakan yang diberikan mempunyai jenis dan ukuran yang berbeda. Tujuannya pakan dapat dimakan oleh udang seefektif mungkin.

Pakan buatan telah diformulasikan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan udang. Nutrisi dalam pakan mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan asam amino esensial. Nutrisi yang baik akan menghasilkan pemanfaatan oleh udang untuk mendukung pertumbuhannya. Protein menjadi komponen terbesar. Persentase nutrisi pada pakan juga dapat dibedakan menjadi tiga kelompok berdasarkan waktu pemberiannya (doc) untuk udang, yaitu starter, grower, dan finisher. Berikut standar nutrisi yang ditetapkan sebagai Standar Nasional Indonesia pada pakan udang vaname dan harus dipenuhi oleh pabrikan pakan.

Persyaratan mutu pakan udang vaname
Persyaratan mutu pakan udang vaname (SNI 7546-2009)

Starter digunakan pada awal masa budidaya, berurutan setelah itu grower dan finisher diberikan pada pertengahan dan menjelang akhir budidaya. Perbedaan persentase pada komposisi nutrisi terutama pada kadar protein berdasarkan pada kebutuhan metabolisme udang. Biasanya pakan dengan kandungan protein lebih tinggi memiliki harga yang lebih mahal.

Pada beberapa pabrikan pakan juga menambahkan nutrisi tambahan atau feed additive. Feed additive atau juga berupa suplemen pada umumnya sudah terdapat pada pakan atau dijual dengan spesifikasi produk pakan berbeda. Suplemen yang biasanya ditambahkan diantaranya vitamin, mineral, dan imunostimulan. Suplemen telah dicampur pada pakan, sehingga petambak tidak perlu menambahkannya secara manual. Namun jika diperlukan, petambak bisa menambahkan suplemen lain sebagai campuran pakan untuk tujuan tertentu misalnya meningkatkan ketahanan udang terhadap penyakit.

Semua formulasi dan jenis pakan adalah anjuran dalam pemberiannya pada udang berdasar kebutuhan udang dan target pertumbuhannya. Akan tetapi, ada petambak yang mengabaikan anjuran tersebut. Misalnya nomor pakan yang digunakan hanya dua jenis, pada awal budidaya nomor 1 kemudian setelah fase blind feeding (umur 20-30 hari) usai diganti nomor 3 atau 4 hingga akhir budidaya. Meskipun pada praktiknya seringkali petambak tersebut juga tetap berhasil budidayanya.

Intinya, melalui standar yang telah ditetapkan adalah sebuah saran dalam manajemen pakan yang bertujuan mengoptimalkan penggunaan pakan. Optimalnya manajemen pakan akan menghasilkan udang yang sehat dan pertumbuhannya ideal serta kualitas air yang stabil.

 

Referensi: 
SNI 01-7246-2006. Produksi Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Tambak dengan Teknologi Intensif. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
SNI 7549-2009. Persyaratan Mutu Pakan Udang Vaname. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Tacon, A.G.J., Jory, D. and Nunes, A. 2013. Shrimp Feed Management: Issues and Perspectives. In M.R. Hasan and M.B. New, eds. On-farm Feeding and Feed Management in Aquaculture. FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper No. 583. Rome, FAO. pp. 481–488.