Mengenal Alat Panen: Jaring

Jala | Wildan Gayuh Zulfikar

3 February 2023

Panen menjadi saat yang paling ditunggu sekaligus mendebarkan bagi petambak. Betapa tidak, panen akan menjadi momen ‘penghakiman’ budidaya dikatakan berhasil atau tidak. Kita semua tahu dalam proses panen terdapat satu alat yang sangat penting, yaitu jaring atau jala.

Jala atau jaring setidaknya memiliki dua tipe, yaitu jaring lempar dan jaring kantong. Mari simak selengkapnya masing-masing kegunaannya.

Jaring lempar

Jaring lempar merupakan alat tangkap umum yang digunakan menangkap ikan di rawa, kolam, atau sungai. Jaring termasuk jenis anyaman berbahan benang nilon. Jaring dianyam untuk mengatur mata jaring teratur. Jaring lempar dilengkapi pemberat di tepi.

Jaring lempar umumnya digunakan di tambak udang saat melakukan sampling atau panen parsial. Mata jaring lempar menggunakan diameter 0,5-1 inci atau menyesuaikan ukuran udang yang akan dijaring. Panen parsial umumnya dilakukan pertama saat udang mencapai bobot 10-13 gram per ekor. Panjang jaring umumnya 4,5 meter.

Apa itu panen parsial?

Panen parsial merupakan bagian dari strategi untuk mempercepat pertumbuhan udang sehingga produktivitas semakin tinggi. Udang tersisa akan memiliki kompetisi makan lebih rendah sehingga pertumbuhan udang dapat semakin cepat. Selain itu, panen parsial dapat mengurangi risiko penyakit akibat udang yang terlalu padat. Panen parsial akan mempertahankan kualitas air dan memperlama umur budidaya.

Untuk meminimalisir lolosnya udang dapat memperkecil mata jaring menjadi 1 atau 0,5 inchi tergantung kebutuhan. Pastikan ujung jaring memiliki pemberat dengan tali kerut sehingga akan memerangkap udang dan menghindari udang lolos kembali ke tambak.

Tips panen dengan jaring lempar

Cara melempar jaring yaitu dengan teknik melipat dari bagian atas hingga jaring tersisa 1,25 meter. Pemberat diletakkan di belakang kedua siku tangan. Agar terbentang sempurna saat melemparnya, jaring perlu disusun dengan baik untuk memastikan tidak terbelit.

Panen menggunakan jaring lempar dilakukan tanpa mengurangi air sehingga menghindari stres berlebih pada udang. Panen dilakukan pada saat suhu rendah atau cuaca tidak terlalu terik, yaitu pada pagi hari. Selain itu, pastikan dasar kolam pada lokasi yang akan dijaring tidak terlalu banyak sedimen karena rentan teraduk oleh jaring.

Jaring kantong dan jaring tarik

Jaring kantong merupakan jaring yang hanya digunakan saat panen total. Panjangnya mencapai 6 meter dengan tali permanen di bagian mulut jaring dan tali tidak permanen di bagian ujung belakang jaring. Jaring kantong dipasang di gorong-gorong atau saluran outlet tepatnya di depan pintu air untuk menampung udang yang terbawa aliran air.

Penggunaan jaring kantong atau bagnet ini sudah cukup jarang ditemui meskipun cukup efisien karena dapat menghemat waktu dan tenaga. Panen menggunakan jaring kantong mungkin tidak dapat menangkap keseluruhan udang karena akan terdapat udang tersisa di kolam. Udang tersisa ditangkap dengan jaring lempar atau ditangkap manual menggunakan tangan.

Jaring tarik, merupakan jaring yang digunakan pada panen total. Penggunaan jaring tarik memerlukan pengurangan air dengan memperhatikan biomassa udang sehingga tidak menimbulkan stres pada udang. Air terlalu tinggi akan memperlama durasi panen.

Ternyata penggunaan jaring atau jala dalam panen tidak sembarangan. Jaring yang digunakan menyesuaikan untuk panen parsial atau total. Pemilihan variasi jaring penting agar panen dilakukan secara efisien, tidak banyak udang yang lolos dari jaring yang dapat menyebabkan udang terluka, stres, dan mati. Selain itu, menggunakan jaring juga membutuhkan skill khusus.

 

Sumber:
http://www.agrina-online.com/detail-berita/2010/07/07/10/2513/panen-parsial-maksimalkan-keuntungan
Amri, K. 2003. Budi Daya Udang Windu secara Intensif. Tangerang: AgroMedia Pustaka
https://app.jala.tech/kabar_udang/panen-dan-menjaga-kualitas-udang-berikut-tipsnya