Membangun Tambak Kokoh dan Efisien

Jala

| Wildan Gayuh Zulfikar

12 November 2019

Melihat lebih detail setelah membuat desain kompleks tambak udang maka hal berikutnya yang diperhatikan adalah desain dasar tambak. Dasar kolam digunakan sebagai tempat hidup dan tempat mencari makan bagi udang. Kondisi dan kualitas dasar harus selalu dijaga agar tetap nyaman ditempati. Dasar kolam didesain agar dapat mengumpulkan limbah dalam satu tempat. Limbah dari budidaya ini meliputi pakan yang tidak termakan, feses, udang mati, kulit hasil molting udang, dan plankton mati. Limbah tersebut harus dibuang secara rutin agar tidak menurunkan kualitas air dan tidak menjadi tempat bertumbuhnya mikroorganisme penyebab penyakit. Desain dan tipe dasar kolam dapat disesuaikan dengan preferensi metode yang digunakan oleh petambak. Berikut Kabar Udang memberikan salah satu contoh desain yang umum digunakan oleh petambak udang dengan sistem intensif.

Saluran pemasukan (inlet) dan saluran pengeluaran (outlet) sebaiknya terpisah. Tujuannya adalah menghindari terjadinya air kotor mengalir kembali ke tambak. Air buangan atau air limbah dari tambak mengandung bahan cemaran dari sisa pakan, feses udang, detritus, dan residu probiotik atau desinfektan serta penyakit. Saluran air keluar sebaiknya mengalir alami secara gravitasi sehingga dapat menekan biaya. Hal ini bisa dimodifikasi dengan membuat saluran outlet lebih rendah dari dasar tambak. Saluran outlet ini kemudian diatur kemiringannya ke arah kolam pengendapan atau ke lokasi pembuangan. Desain lebar saluran inlet mempertimbangkan pada debit air yang mencukupi untuk kebutuhan air kolam. Kebutuhan air mempertimbangkan luas petakan kolam dan kecepatan mengisi atau mengeluarkan airnya. Tanggul atau pematang juga harus dibuat sekuat mungkin.

Tanggul atau pematang kolam tambak berfungsi memisahkan petakan-petakan kolam tambak sekaligus menahan air. Selain itu, pematang juga dibuat untuk mobilitas teknisi tambak dalam melakukan kegiatannya. Tanggul atau pematang ini harus lebih tinggi dari permukaan air pasang tertinggi. Berikut persyaratan tanggul yang baik:

  1. kuat menahan tekanan pada ketinggian air maksimal dalam tambak,
  2. mampu menahan tekanan air banjir yang berasal dari luar tambak,
  3. mampu menahan longsoran,
  4. mampu menahan rembesan atau bocoran baik dari luar maupun dari tambak lainnya.

Pematang bila perlu ditanami rumput untuk mengurangi erosi tetapi jangan membiarkan rumput tumbuh dalam air. Perencanaan desain kolam beserta saluran air dan pematangnya dapat ditentukan untuk mendukung operasional budidaya udang yang efisien (waktu dan biaya). Perencanaan ini tergantung pada kebutuhan dan ketersediaan lahan atau sumber daya yang ada.

 

Referensi:
Amri, K. dan I. Kanna. 2008. Budi Daya Udang Vaname Secara Intensif, Semi Intensif, dan Tradisional. Gramedia: Jakarta
Mustafa, A. 2008. Disain, Tata Letak, dan Konstruksi Tambak. Media Akuakultur 3 (2): 166-175.
Purnawan, H.P. Suseno, dan M. Nurfadhilah. 2018. Pra Rancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tambak Udang Sistem Sequencing Batch Reactor Kapasitas 325 M/Hari. Prosiding Seminar Aplikasi Sains & Teknologi 2018.