Memahami Pentingnya Biosekuriti

Jala

| Wildan Gayuh Zulfikar

4 July 2019

Kesuksesan budidaya udang terkadang tergantung pada sukses atau tidaknya mencegah dari terserang penyakit (baca juga tentang penyakit udang: EMS itu Penyakit Udang?, Dua Virus Pada Udang Vaname, Empat Virus Berpotensi Menyerang Vaname). Selama bertahun-tahun penyakit adalah salah satu penyebab utama menurunnya produktivitas dan kerugian bagi budidaya udang vaname. Kehilangan terbesar dalam budidaya adalah dari menurunnya produksi akibat terserang penyakit. Kerugian ini dapat diatasi dengan penerapan biosekuriti.

Biosekuriti adalah upaya mencegah masuk dan tersebarnya organisme penyebab dan pembawa penyakit dalam budidaya. Penerapan biosekuriti dilakukan pada semua fase dalam budidaya mulai dari persiapan lahan, perlakuan air, penebaran benur, manajemen kualitas air, pemberian pakan, sampling, panen, hingga persiapan ke siklus berikutnya. Biosekuriti juga mencakup semua fasilitas yang ada di tambak, harus bebas dari organisme penyebab penyakit.

Biosekuriti harus menjadi bagian utama dalam budidaya udang. Penerapan prosedur biosekuriti biasanya membutuhkan waktu dan biaya sehingga banyak pelaku budidaya hanya fokus pada mencegah hadirnya organisme penyebab penyakit. Penerapan biosekuriti membutuhkan kesadaran dan kebiasaan agar dapat mengurangi resiko yang tidak diinginkan, yaitu terserang penyakit.

Tujuan dari biosekuriti antara lain:

  1. Mencegah masuknya penyakit dari luar sistem budidaya melalui air, hewan, manusia, dan peralatan budidaya
  2. Mencegah penyebaran penyakit dari tempat ditemukannya penyakit ke tempat lain
  3. Mencegah penyebaran penyakit dari kolam ke lingkungan di sekitarnya
  4. Mencegah penyakit menginfeksi dari satu siklus ke siklus berikutnya

Adapun manfaat dari penerapan biosekuriti menurut adalah:

  1. Memperkecil resiko terkena penyakit
  2. Mendeteksi secara dini adanya wabah penyakit
  3. Menekan kerugian yang lebih besar apabila terjadi kasus wabah penyakit
  4. Efisiensi waktu, pakan, dan tenaga
  5. Kualitas udang lebih terjamin

Penerapan biosekuriti sendiri menarget pada udang, patogen, dan manusia. Udang yang dibudidayakan agar tumbuh sehat dan tahan dari penyakit. Patogen atau organisme yang berpotensi menyebabkan penyakit dicegah kehadirannya dan dihilangkan agar tidak menimbulkan penyakit. Manusia yang mengelola tambak juga harus diatur agar mulai sadar menerapkan standar biosekuriti yang tepat demi mencegah infeksi penyakit.

 

Referensi:

Aqua Deals. 2017. Best Management Practices for biosecurity & Shrimp Health Management.

Haws, M., E. Ochoa, D. Robadue, P. Rubinoff, J. Tobey, and A. Villalba. 2001. Good Management Practices for Sustainable Shrimp Production in Coastal Habitats. The David and Lucile Packard Foundation, Mexico Conservation Program.

Lees, D. and S. McDonald. 2016. Options to Strengthen On-farm Biosecurity Management for Commercial and Non-commercial Aquaculture. Ministry for Primary Industries - New Zealand.

Supono. 2017. Budidaya Udang. Plantaxia. Yogyakarta.

Tacon, A.G.J. 2013. Biosecure Shrimp Feeds & Feeding Strategies of the Future. Aquahana.

Taw, N. 2010. Biosecurity for Shrimp Farms. Global Aquaculture Advocate.

Turkmen, G. and E. Toksen. 2015. Biosecurity and Major Disease in Shrimp Culture. 606-615.

Yanong, R.P.E. and C. Erlacher-Reid. 2012. Biosecurity in Aquaculture, Part 1: An Overview. SRAC Publication No. 4707.