Kincir Menentukan Kualitas Air

Jala

| Wildan Gayuh Zulfikar

22 November 2019

Desain kolam tambak udang harus mempertimbangkan pengelolaan yang efisien. Desain petakan mencakup ukuran dan lebar petakan yang kemudian akan menentukan bentuk kolam. Bentuk kolam umumnya persegi atau persegi panjang. Bentuk berhubungan dengan posisi kincir dan pergerakan airnya. Penempatan kincir harus mempertimbangkan arah angin agar tidak menimbulkan gelombang air terlalu kuat.

Bentuk petakan akan mempengaruhi pola pergerakan air dan sebagai alat penambah oksigen. Pada tambak berbentuk bulat pergerakan air lebih sempurna karena tidak ada sudut mati atau pojokan yang menahan gerakan air. Berikut Kabar Udang memberikan contoh penataan letak kincir di kolam dengan bentuk persegi panjang dan persegi.

 

Kincir adalah salah satu peralatan penting dalam budidaya udang sistem intensif. Peran kincir sangat vital, selain sumber produksi oksigen terlarut (DO) dan mengarahkan posisi materi organik yang ada di kolam juga berperan untuk mencegah stratifikasi atau adanya lapisan konsentrasi variabel kualitas air (DO, pH, plankton, dan salinitas) di kolom air, mengatur posisi sedimen, memaksimalkan feeding area, dan mengurangi daerah mati. Penempatan kincir penting agar menentukan posisi terkumpulnya sedimen atau lumpur spesifik di tengah dasar kolam. Kebutuhan kincir dapat diprediksi berdasarkan jumlah pakan per hari yang dimasukkan ke kolam atau berdasarkan biomassa udang yang ada di dalam kolam.

 

Referensi:
Amri, K. dan I. Kanna. 2008. Budi Daya Udang Vaname Secara Intensif, Semi Intensif, dan Tradisional. Gramedia: Jakarta
Mustafa, A. 2008. Disain, Tata Letak, dan Konstruksi Tambak. Media Akuakultur. 3 (2): 166-175.
Supono. 2017. Teknologi Produksi Udang. Plantaxia. Yogyakarta