Kebutuhan Oksigen di Tambak Udang

Jala | Wildan Gayuh Zulfikar

8 August 2019

Oksigen berperan penting dalam respirasi dan reaksi metabolisme organisme di kolam tambak udang seperti udang, plankton, dan bakteri. Oksigen yang tersedia dalam air berupa oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO).

Faktor yang mempengaruhi konsentrasi DO:

  1. Transfer oksigen udara-air: Oksigen akan mengalami difusi dari air ke udara ketika di dalam air mengalami kelebihan oksigen atau sebaliknya. Proses difusi oksigen dipengaruhi oleh ketebalan lapisan air. Transfer oksigen dapat dipercepat dengan adanya turbulensi yang diciptakan oleh putaran kincir. Transfer oksigen antara udara dan air ini mengontrol konsentrasi DO dengan 3 kondisi: (1) ketika terdapat produksi oksigen oleh fitoplankton yang rendah dan konsumsi oksigen yang cukup tinggi untuk proses biologis, (2) ketika cuaca berangin yang menyebabkan gelombang atau turbulensi pada air, (3) ketika air mengalami kekurangan oksigen dan transfer oksigen dibantu oleh kincir. Oksigen dari fotosintesis adalah pemasok terbesar di alam tetapi di kolam budidaya dapat dibantu dengan adanya kincir.
  2. Konsumsi oksigen oleh sedimen: konsumsi ini berasal dari beberapa reaksi kimia dan respirasi organisme di sedimen (bakteri). Konsumsi terbesar adalah untuk proses biologi yang terjadi di sedimen seperti siklus nitrogen, siklus fosfat, atau siklus karbon.
  3. Respirasi udang: oksigen yang dikonsumsi udang tergantung pada ukuran udang, suhu air, aktivitas udang, jarak dengan waktu setelah makan, dan konsentrasi DO atau ketersediaannya di sekitarnya. Kenaikan konsumsi oksigen berkorelasi dengan kebutuhan untuk pencernaan dan penyerapan makanan. Respirasi meningkat dengan meningkatnya aktivitas. Konsumsi oksigen dapat naik hingga 2x lipat tiap kenaikan suhu 10°C.
  4. Fotosintesis dan respirasi plankton: fotosintesis oleh fitoplankton adalah sumber tersbesar oksigen dan respirasi plankton juga memerlukan kebutuhan yang besar akan oksigen. Pada siang hari adalah puncaknya fitoplankton melakukan fotosintesis sehingga pada saat itu konsentrasi DO akan sangat tinggi. Sedangkan saat dini hari DO menjadi rendah karena fitoplankton justru menggunakan oksigen untuk respirasinya.

Setelah mengerti pentingnya oksigen terlarut (DO) dalam tambak udang maka juga penting manajemen konsentrasi DO, yaitu tidak kurang dari 4 ppm. Berikut Kabar Udang membagikan cara menjaga stabilitas DO:

  1. Mengendalikan keberadaan fitoplankton, misalnya dengan pergantian air secara rutin, meingkatkan alkalinitas dengan aplikasi kapur dolomit,
  2. Menghindari blooming fitoplankton, caranya dengan menerapkan manajemen pakan yang baik, penggunaan bakteri (probiotik), menggunakan hewan pemakan plankton seperti ikan nila,
  3. Menurunkan biological oxygen demand (BOD) dengan mengelola sampah di dasar kolam misalnya dengan melakukan penyiponan,
  4. Manajemen pakan yang baik dengan mencegah over-feeding,
  5. Menurunkan kadar karbondioksida dengan menambahkan dolomit,
  6. Manajemen kincir agar mensuplai oksigen yang cukup.

 

Referensi:
Boyd, C. E., and C. S. Tucker. 1998. Pond Aquaculture Water Quality Management. Springer Science+Business Media. New York.
Budiarti, T., T. Batara, dan D. Wahjuningrum. 2005. Tingkat Konsumsi Oksigen Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dan Model Pengelolaan Oksigen Pada Tambak Intensif. Jurnal Akuakultur Indonesia. 4 (1): 89-95.
Supono. 2017. Teknologi Produksi Udang. Plantaxia. Yogyakarta.
Syah, R., H. S. Suwoyo, M .C. Undu, dan Makmur. 2006. Pendugaan Nutrien Budget Tambak Intensif Udang, Litopenaeus vannamei. Jurnal Riset Akuakultur. 1 (2): 181-202.