Jangan Biarkan Udang Anda Stres!

Jala

| Wildan Gayuh Zulfikar

5 April 2019

Penyakit udang dapat berasal dari bakteri maupun virus (baca Kabar Udang sebelumnya: EMS itu Penyakit Udang?, Dua Virus Menyerang Udang Vannamei Anda, dan Empat Virus Ini Bisa Menyerang Udang Vannamei Anda), tetapi sakitnya udang justru dipicu oleh imunitas udang yang menurun akibat udang mengalami stres. Imunitas ini berkaitan dengan daya tahan udang untuk dapat terhindar dari terserang penyakit. Stres menjadi faktor yang menyebabkan udang berpotensi terinfeksi penyakit menjadi dua kali lipat. Stres dapat berasal dari lingkungan fisik, kimia atau biologi. Kabar Udang kali ini akan membahas potensi penyakit udang akibat stres.

Stres lingkungan fisik-kimia diantaranya suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), kandungan mineral, dan konsentrasi bahan organik (amoniak, nitrit, nitrat, karbonat). Kondisi stres lingkungan tersebut meningkatkan potensi udang terkena penyakit dari bakteri atau virus. Stres terjadi ketika adanya perubahan mendadak. Kemudian udang yang sudah sakit akan semakin mudah mati jika ditambah ada faktor stres. Salinitas rendah (5-15 ppt) memberikan kesempatan virus untuk berkembang biak semakin cepat. Pada suhu tinggi (diatas 30ºC) dapat meningkatkan kematian pada udang yang sakit.

Stres biologis ditandai dengan kekacauan populasi fitoplankton. Keadaan tersebut adalah indikasi kualitas air yang buruk akibat kelebihan nutrien terutama nitrogen (N) dan fosfor (P). Kondisi ini akan menguntungkan fitoplankton dari kelompok blue green algae (BGA) yang juga dapat memproduksi racun yang berbahaya bagi udang (baca: Ledakan Alga di Tambak Udang).

Secara alami fitoplankton menjadi pakan alami bagi udang. Hidup alami bersamaan di tambak udang atau diberikan dalam bentuk bubuk bersamaan dengan pakan. Banyak jenis fitoplankton dari green algae atau diatom justru menjaga atau bahkan turut meningkatkan imunitas udang agar tidak rentan terkena penyakit. Contohnya Spirulina sp., Chlorella spp., Nannochloropsis sp., Dunaliella sp., Dunaliella salinaChaetoceros sp., Skeletonema costatumEuglena viridisTetraselmis suecicaTetraselmis chui dan Phaeodactylum tricornutum.

Populasi fitoplankton perlu dijaga agar seimbang dan menghindari dominasi dari kelompok blue green algae (BGA). BGA ini berpotensi untuk memonopoli nutrien di tambak jika jumlahnya tidak terkendali. BGA juga dapat menghasilkan racun yang berbahaya bagi organ maupun proses pencernaan udang.

Pengelolaan kualitas air tambak dan pemilihan benih udang yang berkualitas adalah langkah awal pencegahan terjadinya penyakit pada udang anda. Sistem intensif atau semi intensif yang banyak digunakan pada tambak udang di Indonesia sangat berpotensi menyebabkan turunnya kualitas air. Hal ini harus menjadi perhatian besar bagi petambak jika ingin udangnya tetap sehat. Selain itu, pemberian suplemen tambahan juga akan meningkatkan ketahanan udang agar tidak mudah terserang penyakit. Udang yang sehat akan tumbuh dengan baik.