Standar Penerapan Biosekuriti

Jala

| Wildan Gayuh Zulfikar

12 July 2019

Penerapan biosekuriti memerlukan standar operasional prosedur (SOP). Kabar Udang kali ini khusus akan memberikan contoh SOP penerapan biosekuriti pada budidaya udang vaname. SOP ini berlaku sebagai urutan dalam penerapan maupun dapat sebagai daftar periksa.

  • Dasar kolam dikeringkan dan dilakukan desinfeksi untuk mengeliminasi patogen sebagai perlakuan persiapan lahan sebelum budidaya akan dimulai
  • Pemilihan lokasi dan desain semua fasilitas budidaya serta kepadatan tebar menyesuaikan kondisi geografis. Pemilihan lokasi dapat menjadi pertimbangan tambahan agar penerapan biosekuriti menjadi lebih efektif
  • Air seharusnya tidak diambil langsung dari sumur atau laut kemudian langsung ke kolam budidaya. Air harus disaring atau diberi perlakuan sebelum digunakan untuk kolam budidaya
  • Mencegah burung, kepiting, dan manusia yang tidak berkepentingan untuk masuk ke kolam
  • Protokol sanitasi untuk menjaga kebersihan fasilitas budidaya dan peralatannya serta manajemen sampah/limbah diberlakukan ketat dan harus diikuti oleh semua teknisi di lapangan
  • Teknisi kolam harus menjaga kebersihannya sendiri
  • Tidak menggunakan pakan segar, tetapi menggunakan pakan pelet dari pabrik yang terjamin bebas patogen dan komposisi nutrisinya
  • Jika terjadi penyakit saat budidaya berlangsung, air harus dilakukan desinfeksi sebelum dibuang
  • Patogen atau organisme yang berpotensi menyebabkan penyakit menyerang dan menyebar dengan cara yang berbeda, sehingga memerlukan perlakuan yang tepat
  • Panen darurat dilakukan menggunakan jaring dan menghindari pengeringan kolam
  • Setelah panen, air dan kolam harus dilakukan desinfeksi (dekontaminasi) selama 7 hari sebelum masuk siklus budidaya berikutnya

SOP ini harus diterapkan secepatnya, dilakukan secara terus-menerus, dievaluasi secara berkala, dan dapat diubah jika dibutuhkan. SOP ini juga harus disesuaikan kondisi pada masing-masing lokasi budidaya.

Biosekuriti mudah diterapkan pada kolam budidaya yang kecil, seperti pada sistem intensif karena mudah dalam pengawasan. Kualitas lingkungan yang baik akan menghasilkan produktivitas tinggi dan tahan dari penyakit. Perlu diketahui bahwa setiap perlakuan yang diberikan akan memberikan efek pada sistem yang terjadi di kolam. Perlakuan harus mempertimbangkan dampaknya.

 

Referensi:

Aqua Deals. 2017. Best Management Practices for Biosecurity & Shrimp Health Management.

Supono. 2017. Budidaya Udang. Plantaxia. Yogyakarta.

Vimala, D.D., P. Ravichandran, and C. Gopal. 2010. Handbook on Biosecurity Measures for Shrimp Farming. CIBA Special Publication. Chennai.

Yanong, R.P.E. and C. Erlacher-Reid. 2012. Biosecurity in Aquaculture, Part 1: An Overview. SRAC Publication No. 4707