Inilah Penyebab Udang Tidak Mau Makan

Jala

| Wildan Gayuh Zulfikar

16 May 2019

Budidaya udang vaname di Indonesia banyak menggunakan sistem intensif, yang artinya sangat tergantung pada pemberian pakan buatan dari pabrik. Pengetahuan mengenai perilaku makan udang mungkin akan membantu untuk memahami dan merencanakan manajemen pakan yang tepat.

Kabar Udang memberikan beberapa pengetahuan penting tentang perilaku makan udang yang perlu diketahui antara lain:

  • Udang budidaya sebagai omnivorous scavengerOmnivorous atau omnivora artinya udang makan apapun meskipun udang dewasa cenderung mengarah ke karnivora (pemakan daging). Scavenger artinya udang suka memakan sisa-sisa bahan organik di dasar, karena udang juga termasuk hewan bentik (hewan yang hidup di dasar perairan). Udang makan berdasarkan kebutuhannya dan aktivitas hariannya. Udang memakan apapun ketika di lingkungan alami dan ketika pada kondisi budidaya akan memanfaatkan partikel makanan yang tersedia di kolom air (misal: fitoplankton, zooplankton, dan materi organik lain) dan yang ada di kolam selain pakan buatan yang diberikan untuk udang. Persentase yang dimakan juga berbeda tiap ukuran udang.
  • Mata dan penglihatan udang budidaya tidak berkembang baik, sehingga merespon makanan dari daya tarik kimiawi untuk menemukannya menggunakan antena. Maka pakan harus terbenam dalam air, daya tahan di air dalam waktu yang cukup lama, dan daya tarik (attractability) yang tinggi.
  • Suhu, pH, dan DO mempengaruhi nafsu makan udang. Suhu rendah yaitu dbawah 26°C, naik-turunnya pH harian yang signifikan, dan DO rendah dapat menyebabkan nafsu makan udang menurun.
  • Udang yang dalam periode molting tidak akan makan. Pada saat periode molting pakan harus diatur agar efisien sehingga tidak menjadi limbah akibat pakan yang tidak termakan.

Jika pakan yang anda berikan ternyata melayang-layang di air, langsung hilang larut dalam air, tidak menarik bagi udang, kualitas air tidak terkontrol, dan udang sedang mengalami molting massal maka itulah sebabnya udang anda tidak mau makan (FCR tinggi).

Manajemen pakan yang tepat dengan memahami perilaku makan udang ini akan menghasilkan pertumbuhan udang optimal dan terjaganya kualitas air. Manajemen pakan yang dimaksud Kabar Udang kali ini adalah pada pemilihan pakan yang digunakan dengan mempertimbangkan kualitas pakan (terbenam di air, daya tahan di air, dan attractability tinggi) yang akan diberikan ke udang.

 

Referensi:

Saravan, S.B.S.J., Kamalam, and J.S.S. Kumar. 2008. Moulting and Behaviour Changes in Freshwater Prawn. Shellfish News Cefas 2008.

Supono. 2017. Teknologi Produksi Udang. Plantaxia. Yogyakarta.

Tacon, A.G.J., D. Jory, and A. Nunes. 2013. Shrimp Feed Management: Issues and Perspectives. In M.R. Hasan and M.B. New, Eds. On-farm Feeding and Feed Management in Aquaculture. FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper No. 583. Rome, FAO. pp. 481-488.

Zhang, P., X. ZHang, J. Li, and G. Huang. 2007. The Effects of Temperature and Salinity on the Swimming Ability of Whiteleg Shrimp, Litopenaeus vannamei. Comparative Biochemistry and Physiology. Part A. 147: 64-60.