Benur Berkualitas Awal Sukses Budidaya

Jala

| Wildan Gayuh Zulfikar

16 April 2019

Kabar Udang kali ini akan membahas tentang benur udang vannamei. Benur adalah salah satu penentu suksesnya budidaya udang. Benur yang berkualitas dihasilkan dari indukan yang berkualitas di fasilitas unit pembenihan (hatchery) yang memiliki standar kerja yang baik. Hatchery yang baik akan mencatat setiap perkembangan dari tiap-tiap fase pertumbuhan dan perkembangan larva udang. Terutama jika terjadi masalah pada salah satu fase pertumbuhan, misalnya pertumbuhannya terlambat 1-2 hari atau terjadi kematian. Masalah tersebut sedikit banyak akan berpengaruh pada masa pertumbuhan udang jika sudah dalam tahap budidaya di tambak. Masalah di hatchery tersebut dapat mengakibatkan menghambat pada rerata pertambahan berat udang (ADG) atau menurunkan nilai sintasan udang (SR). Peristiwa seperti ini seharusnya dapat dikomunikasikan antara hatchery dan pembudidaya sehingga tindakan yang diberikan atas respon pertumbuhan udang di tambak tepat.

Benur yang telah memasuki fase post-larva (PL) siap untuk dikirim ke tambak. Tahap pengiriman benur harus tetap mengikuti standar biosecurity dan sebisa mungkin mempersingkat waktu di perjalanan. Sebelum benur benar-benar diserahkan pembudidaya atau oleh pembudidaya ditebar ke tambak harus dipastikan kualitasnya. Berikut Kabar Udang merangkum persyaratan benur yang berkualitas:

  1. Memiliki ukuran yang seragam. Minimal PL 10, karena diasumsikan organ pencernaan udang sudah sempurna.
  2. Tubuh transparan, bentuk tubuh lurus, warna mata mengkilap, antena benur utuh dan bisa membuka-menutup, ekor bisa membuka dan tidak cacat, isi usus tidak terputus, dan tidak ada bercak di kulit.
  3. Gerakan berenang aktif, yaitu melawan arus dan kepala cenderung mengarah ke dasar.
  4. Organ tubuhnya sudah sempurna dan ekor mengembang, serta bebas patogen.
  5. Responsif terhadap rangsangan, benur akan melentik dengan adanya kejutan atau jika air dalam wadah diaduk maka benur yang sehat akan berenang melawan arus dan kepala cenderung mengarah bawah.

Sebaiknya persyaratan ini dibuat sebagai daftar periksa (check list) sebelum hatchery mengirim benur ke pembudidaya. Pembudidaya juga harus teliti, setelah benur diterima kemudian dilakukan pemeriksaan ulang sebelum ditebar ke tambak.